Rabu, 17 Juli 2013

BERBAGAI INVESTOR YANG PERLU ANDA HINDARI.


Sebagian angel investor tidak sebaik yang Anda pikirkan. Karakter dan reputasi mereka belum tentu sesuai dengan apa yang mereka tampilkan. Dan ini bisa menjadi malapetaka untuk Anda, entrepreneur baru yang masih perlu banyak belajar.
Banyak entrepreneur yakin bahwa semua dana diciptakan setara. Asalkan seseorang mengenali ide brilian mereka dan memberikan suntikan dana, asal sumber dana bukan masalah. Sebagian besar angel investor memiliki niat tulus tetapi jangan lupa bahwa ada beberapa pengecualian yang bisa membuat Anda membayar lebih mahal dari hanya sekadar investasi. Berikut adalah penjelasan Marty Zwilling mengenai jenis-jenis investor yang patut Anda waspadai:

Shark angels
Anda tahu betapa ganasnya ikan hiu liar. Nah, inilah jenis investor yang paling jahat. Niat utamanya ialah terlibat dalam setiap tahap investasi untuk memanfaatkan apa yang mereka yakini sebagai pengalaman menggolkan kesepakatan investasi dan keterbatasan pendanaan. Mereka biasanya akan keluar begitu saja dari perjanjian jika prospek bisnis tidak lagi cerah.

Litigious angels
Investor jenis ini akan mencari alasan apapun untuk menyeret Anda ke pengadilan. Mereka tidak pernah sungguh-sungguh untuk berfokus pada laba yang bisa dihasilkan bisnis tetapi mencoba untuk menghasilkan uang dengan ancaman dan tuntutan hukum. Mereka tahu Anda tidak memiliki apa yang dibutuhkan untuk memukul mereka kembali jadi mereka menganggap Anda lemah dan tak berdaya. Selalu miliki seorang kuasa hukum yang bisa diandalkan.

Superior angels
Sejumlah pebisnis sukses, yang beberapa di antaranya menjadi angel investor, mengembangkan sebuah keyakinan bahwa mereka ditakdirkan untuk menjadi besar karena superioritas di atas orang lain. Mereka ini suka menekan secara emosional dengan cara yang negatif. Mereka suka mengkritisi setiap keputusan yang Anda buat. Jangan merasa terancam dan menjerumuskan Anda dalam keputusan yang Anda akan sesali seumur hidup.

Control freak angels
Angel jenis ini berperilaku seperti teman dekat kita. Begitu Anda diberikan pendanaan, ia akan menunggu hingga Anda mengalami kegagalan pertama dan lalu menjebak dengan klausa tertentu dalam perjanjian Anda, yang pada akhirnya akan memberikannya kendali lebih dalam bisnis Anda. Hal ini meningkat menjadi permintaan akan persyaratan bahwa ia harus masuk lebih dalam bisnis Anda agar mampu mengendalikan bisnis Anda sendiri. Hanya dewan direksi yang bisa menyelamatkan Anda di sini.

Tutorial angels
Investor jenis ini tidak ingin mengendalikan tetapi ia ingin membimbing Anda dalam setiap langkah. Tawaran bmbingan ini selalu terdengar manis di awal. Namun setelah mereka menulis cek, segera hal itu menjadi nyata. Keinginan mereka untuk menjadi pembimbing baik hati selama 24 jam per hari membuat Anda jengah. Awalnya rasa terima kasih Anda untuk investasi yang mereka berikan akan menerima toleransi tetapi akhirnya beban itu membuat Anda lelah. Mencoba untuk menjaga jarak adalah solusi terbaik.

Has-been angels
Investor ini cenderung muncul dengan berbagai macam pertanyaan yang kurang jelas arahnya. Mereka akan menemui Anda, mencecar dengan pertanyaan dan tidak pernah membicarakan arah yang akan dicapai setelah pembicaraan itu.

Dumb angels
Jika seseorang memiliki kekayaan, hal itu tak berarti mereka juga pasti bisa berbisnis. Anda bisa menemukan investor bodoh seperti ini dengan mengamati pertanyaan yang mereka tanyakan atau tidak tanyakan. Jika mereka menanyakan pertanyaan yang sangat dangkal atau menunjukkan ketidakpahaman terhadapa dunia bisnis. bisa dipastikan hubunga kerjasama bisnis yang bertahan lama tidak akan mampu terwujud dengan baik. Namun jangan lupa bahwa orang dengan kekayaan biasanya memiliki teman-teman yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan berbisnis yang andal.

Perantara yang berpura-pura sebagai investor
Orang-orang ini berkeliaran di mana-mana, seringkali mereka berpura-pura sebagai pengacara dan akuntan. Mereka tidak sungguh-sungguh bertujuan untuk berinvestasi dalam usaha Anda, dan pada akhirnya akan membuat Anda menandatangani sebuah perjanjian pembayaran jasa untuk membayar usaha mereka agar Anda bisa bertemu investor yang sesungguhnya. Perantara seperti ini memang sering berguna untuk mengantarkan kita pada investor yang sesungguhnya, tetapi jangan sampai kita keliru menganggapnya sebagai investor sejati.

Bagaimana Anda bisa menghindari semua jenis investor kurang benar seperti di atas? Jika memungkinkan, hanya terima investasi dari individu-individu dalam sebuah perkumpulan investasi yang profesional dan kredibel. Tanyakan apa yang perusahaan lainnya telah investasikan dan bicaralah kepada CEO perusahaan itu untuk menemukan investor jenis apakah yang mereka telah lakukan selama ini.

Jangan lupa pastikan kuasa hukum Anda menulis dokumen atau lembar persyaratan investasi terlebih dahulu. Dokumen ini akan menjadi standar untuk semua investor Anda dan tidak dirundingkan satu persatu. Waspadalah dengan upaya-upaya untuk menambah kluasa yang bisa merugikan Anda.

STRATEGI PRESENTASI YANG BAIK BAGI SEORANG MARKETING



Teknik presentasi sangatlah penting bagi seorang marketer!
Mengapa hal ini menjadi sangat penting adalah karena seseorang yang bergelut di dunia marketing pasti akan perlu mempresentasikan produk yang akan mereka jual kepada calon pembeli.

Teknik presentasi itu sendiri adalah sebuah ilmu dari bidang ilmu komunikasi yang sangat berperan penting apabila kita ingin menyampaikan sebuah info yang kita miliki kepada orang lain. Kemampuan dalam berkomunikasi untuk mempresentasikan sesuatu harusnya dilakukan secara jelas dan efektif, agar audiens atau orang yang kita presentasikan dapat menangkap dengan mudah informasi apa yang kita sampaikan.

Sebuah teknik presentasi yang baik juga dapat kita gunakan dalam hal pengenalan sebuah produk. Hal ini dapat mempengaruhi terjadinya penjualan yang berujung pada komisi penjualan bagi seorang marketer. Selain itu, seorang marketer yang mahir dalam melakukan presentasi juga akan sangat disegani dalam sebuah perusahaan. Ini dikarenakan perusahaan akan sangat menyukai dan menghargai kerja keras dari staff marketing yang memiliki track record penjualan yang baik.

Sebuah perusahaan besar sangat sering menginvestasikan dana yang cukup besar untuk membekali staff-staff marketingnya yang notabene akan menjadi ujung tombak bagi perusahaan tersebut dengan beberapa teknik presentasi yang baik.

Hal ini dilakukan perusahaan dengan harapan akan terjadi banyak penjualan dari staff-staff marketing yang telah menjalani training khusus tersebut.

Oleh karena itu, kami akan coba memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana sebuah presentasi dapat dikatakan baik dari mata seorang calon konsumen. Dengan memahami sekelumit tentang presentasi yang baik seperti yang tertera dibawah ini, anda bisa mulai mencontohnya dalam presentasi yang akan anda buat. Mari kita simak bersama.

Beberapa hal yang perlu diketahui ketika kita melakukan presentasi antara lain adalah:

  • Posisikan diri kita sebagai seorang konsumen ketika melakukan presentasi:
    maksud dari menjadikan kita juga sebagai konsumen ketika melakukan presentasi adalah agar kita lebih memahami apa yang konsumen inginkan.

    Banyak sekali staff marketing yang hanya memikirkan tentang closing penjualan produk namun tidak memikirkan apa sebenarnya yang konsumen mereka butuhkan.

    Hal ini dapat menyebabkan konsumen kita merasa sedang ditekan atau dipaksa untuk membeli sesuatu yang mereka tidak butuhkan sebenarnya.

    Dengan anda menempatkan posisi sebagai seorang konsumen ketika melakukan presentasi, anda akan lebih mudah untuk melakukan penjualan karena anda mengetahui apa saja yang konsumen sebenarnya butuhkan.

    Dan lagi, konsumen sendiri akan menghargai anda sebagai seorang staff marketing yang tidak hanya berfikir untuk merampok isi kantong konsumen namun memberikan solusi terbaik untuk menghemat uang konsumen dengan memberikan saran produk terbaik untuk dimiliki.
  • Perbanyak mendengar daripada berbicara:
    ya memang terlihat aneh dan kurang begitu cocok jika kita membaca bagian ini.
    Memang kesan pertama dari seorang staff marketing biasanya adalah paling sering berbicara tentang produk yang mereka ingin tawarkan.

    Namun pernahkah anda ketahui sebenarnya penjualan bisa dengan sangat mudah terjadi dengan hanya kita mendengarkan konsumen kita.

    Dengan mendengarkan apa yang konsumen keluhkan dan inginkan, kita bahkan tidak perlu lagi membuang terlalu banyak waktu dan tenaga untuk menjelaskan terlalu banyak katalog produk yang akhirnya hanya membuat konsumen bosan dan enggan untuk membeli.

    Marilah kita mulai untuk mengerti apa sebenarnya kebutuhan konsumen anda dengan memperbanyak mendengarkan. Catat dan carilah solusinya dengan produk yang pas dengan kebutuhannya. Konsumen akan merasa anda lebih dari seorang marketer biasa, anda akan dianggap seperti seorang sahabat yang mencarikan solusi.
Maka dari itu, mulailah terapkan teknik presentasi yang seperti tertera diatas, saat anda sedang menawarkan produk kepada calon konsumen. Niscaya, omset penjualan akan meningkat drastis dengan lebih memahami apa yang konsumen butuhkan.

Konsep Dasar Ekonomi Moneter Konvensional dan Ekonomi Moneter Syariah

 PENDAHULUAN


Ekonomi Moneter merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan perekonomian yang dijadikan instrumen oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian suatu negara, yang pertama adalah kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan yang diambil pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan ekonomi. Yang kedua adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Pada tulisan ini saya sebagai penulis, akan mencoba menyajikan konsep-konsep dasar ekonomi moneter konvensional dan ekonomi moneter islam.
Kami akui dalam penulisan makalah ini pemikiran kami, masih “terkungkungi” cara berfikir ekonomi konvensional, yaitu cara berfikir ribawi, sehingga mungkin ada kalanya tidak pas dengan konsep ekonomi islam sesungguhnya,namun bagaimanapun juga ekonomi konvensional kita jadikan bahan comparasi untuk melihat sempurnanya agama islam sebagai sebuah ajaran sekaligus sebagai system .
Untuk lebih jelas lagi memahami perbedaan antara konsep dasar kebijakan ekonomi moneter konvensional dan kebijakan ekonomi moneter Syariah, maka saya sebagai penulis memaparkannya dalam makalah berikut ini.

KONSEP DASAR EKONOMI MONETER

A.   Konsep Ekonomi Moneter Konvensional
Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Dalam pandangan ekonomi konvensional maka tujuan memegang uang terdiri dari tiga keinginan, yaitu :
1. Tujuan transaksi
Dalam rangka membayar pembelian-pembelian yang akan mereka lakukan
2. Tujuan Berjaga-jaga
Sebagai alat untuk menghadapi kesusahan yang mungkin timbul di masa yang akan datang
3. Tujuan Spekulasi
Dalam masyarakat yang menganunt sistem ekonomi konvensional ini, maka fungsi uang yang tak kalah pentingnya adalah untuk spekulasi, dimana pelaku ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga yang berlaku saat itu, jika menguntungkan bila dibandingkan investasi, maka masyarakat cendrung mendepositokan saja uang, dengan harapan mendapat imbalan bunga.Selanjutnya  terkait dengan konsep ekonomi Moneter Konvensional maka tidak bisa dipisahkan dengan Kebijakan Moneter.
Kebijakan Moneter adalah Kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga yang dilaksanakan oleh Bank sentral. Bentuk Kebijakan Moneter ini terdiri dari Kebijakan Moneter Kuantitatif dan Kebijakan Moneter Kualitatif.
Kebijakan Moneter Kuantitatif adalah merupakan suatu kebijakan umum yang bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian. terdiri dari:
1. Operasi pasar terbuka
Pada masa inflasi maka Bang Sentral akan mengadakan operasi pasar terbuka dengan melempar surat-surat berharga ke Bank umum, sehingga kelebihan uang di Bank Umum tidak menyebabkan inflasi, dan sebaliknya pada masa deflasi
2. Mengubah Tingkat Bunga dan Tingkat
DiscontoTingkat bunga dan tingkat disconto merupakan instrumen pemerintah dalam stabilisasi moneter, ketika inflasi maka pemerintah melalui bank sentral dapat melakukan kebijakan menaikkan suku bungga sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan kestabilan moneter akan tercapai, dan begitu pula sebaliknya pada masa deflasi.
3. Mengubah Tingkat Cadangan Minimum
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengubah cadangan minimun bank-bank umum ketika inflasi maka pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan cadangan minimum yang harus dimiliki oleh bank umum, dengan demikian jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan sebaliknya pada masa deflasi.
Sedangkan Kebijakan Moneter kualitatif dapat berupa:
1. Pengawasan pinjaman secara selektif
Melalui kebijakan ini maka pmerintah melalui bank sentral mengendalikan dan mengawasi peminjaman dan investasi-investasi yang dilakukan oleh bank-bank umum.
2. Pembujukan Moral
Bank sentral melakukan pertemuan dengan bank-bank umum, malalui forum ini maka bank sentral menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dan bantuan-bantuan apa yang diinginkan oleh bank sentral dari bank-bank umum untuk mensukseskan kebijakan tersebut.Pemikiran Ekonomi Moneter IslamiDari terminologi ekonomi konvensional, pembahasan ekonomi Moneter islami ini kelompok
3, mengambil asumsi
bahwa berbicara tentang ekonomi moneter terkait tentang dua hal :
(1). Tentang uang dan aspek yang terpengaruh olehnya dan
(2). adalah tentang tingkat bunga dan semua aspeknya.

B.  Konsep Ekonomi Moneter Syariah
Kebijakan moneter sebenarnya bukan hanya mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, kebijakan moneter dilaksanakan tanpa mengunakan instrumen bunga sama sekali.
Perekonomian Jazirah Arabia ketika itu adalah perekonomian dagang, bukan ekonomi yang berbasis sumber daya alam; Minyak bumi belum ditemukan dan sumber daya alam lainnya terbatas.
Lalu lintas perdagangan antara Romawi dan India yang melalui Arab dikenal sebagai Jalur Dagang Selatan. Sedangkan antara Romawi dan Persia disebut Jalur Dagang Utara. Sedangkan antara Syam dan Yaman disebut Jalur Dagang Utara-Selatan.
Perekonomian Arab di zaman Rasulullah SAW, bukanlah ekonomi terbelakang yang hanya mengenal barter, bahkan jauh dari gambaran seperti itu. Valuta asing dari Persia dan Romawi dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Arab.
Dinar dan Dirham juga dijadikan alat pembayaran resmi. Sistem devisa bebas diterapkan, tidak ada halangan sedikit pun untuk mengimpor dinar dan dirham.
Transaksi tidak tunai diterima luas dikalangan pedagang. Cek dan promissory notes lazim digunakan. Misalnya Umar Ibnu-Khaththab ra. Beliau menggunakan instrumen ini untuk mempercepat distribusi barang-barang yang baru diimpor dari Mesir ke Madinah.
Instrumen factoring (anjak piutang) yang baru populer tahun 1980-an, telah dikenal pula pada masa itu dengan nama al-hiwalah, tapi tentunya bebas dari unsur bunga.
Apabila para pedagang mengekspor barang, berarti dinar/dirham diimpor. Sebalikanya, bila mereka mengimpor barang. Berarti dinar/dirham diekspor. Jadi dapat dikatakan bahwa keseimbangan supply dan demand di pasar uang adalah derived market dari keseimbangan aggregate supply dan aggregate demand di pasar barang dan jasa.
Nilai emas dan perak yang terkandung di dalam dinar dan dirham, sama dengan nilai nominalnya. Sehingga dapat dikatakan penawaran uang elastis sempurna terhadap tingkat pendapatan. Tidak ada larangan impor dirham dan dinar berarti penawaran uang elastis.
Sistem moneter mengunakan bimetallic standar, dengan emas dan perak (dalam bentuk uang dirham dan dinar) sebagai alat pembayaran yang syah. Nilai tukar emas dan perak pada masa ini relatif stabil dengan nilai kurs dinar – dirham 1 : 10. Permintaan akan uang dilandasi hanya oleh dua motif, yaitu untuk transaksi dan berjaga-jaga. Modelnya sebagai berikut :Md = Mdtr + Md pr ; apabila Md pr maka Mdtr. Mata uang dimpor, dinar dari romawi, dirham dari parsia dan disesuaikan dengan volume ekspor dan impor. Nilai emas dan perak pada kepingan dinar dan atau dirham sama dengan nilai nominal (face value) uangnya. Penawaran uang terhadap pendapatan sangat elastis. Tinggi rendahnya permintaan uang bergantung kepada frekuensi transaksi perdagangan dan jasa. Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jagaKanz (larangan menimbun uang). Deamnd money, elastis, karena tidak adanya hambatan terhadap impor ketika demand meningkat.

KESIMPULAN
1. Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara.
2. Dalam pandangan ekonomi konvensional maka tujuan memegang uang terdiri dari tiga keinginan, yaitu : (1). Tujuan transaksi, (2). Tujuan Berjaga-jaga, (3). Tujuan Spekulasi. Sedangkan dalam pandangan ekonomi Islam  maka tujuan memegang uang terdiri dari dua keinginan, yaitu : (1). Tujuan transaksi, (2). Tujuan Berjaga-jaga.
3. Dalam pandangan kebijakan moneter syariah, kebijakan moneter sebenarnya bukan hanya mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, kebijakan moneter dilaksanakan tanpa mengunakan instrumen bunga sama sekali. Sedangkan dalam pandangan kebijakan moneter konvensional bunga (interest) ini menjadi hal yang sangat dominan bisa dilihat dari fungsi uang dalam kebijakan ekonomi moneter salah satunya adalah tujuan spekulasi.
4. Bentuk Kebijakan Moneter terdiri dari Kebijakan Moneter Kuantitatif dan Kebijakan Moneter Kualitatif.

DAFTAR PUSTAKA :
Artikel, Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Syari’ah, http//www.imz.or.id

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Makro Ekonomi, Edisi kedua, Rajawali Pers Desember 1994

Adi Warman Karim, Ekonomi Islam Suatu kajian Ekonomi Makro, IIIT Indonesia, Mei 2002.
Quthb Ibrahim Muhammad, Kebijakan-Kebijakan Ekonomi Umar Bin Khattab, Azzam, Jakarta, 2003

PRINSIP DASAR PEMBANGUNAN EKONOMI





Pendahuluan


Tujuan bernegara suatu bangsa adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya. Untuk mencapai kemakmuran itu salah satu cara adalah dengan mewujudkan tingkat produktivitas yang tinggi yang terus meningkat di seluruh bidang ekonomi.  Suatu ekonomi yang produktif dapat membayar upah yang tinggi kepada pekerjanya; sebaliknya suatu ekonomi yang tidak produktif hanya dapat memberikan upah yang rendah.  Ekonomi yang produktif menghasilkan keuntungan yang tinggi pada modal yang diinvestasikan dalam  aktivitas bisnisnya; sebaliknya ekonomi yang tidak produktif hanya memberikan keuntungan yang rendah.


Produktivitas menentukan kemakmuran dan daya saing.  Pemikiran bahwa upah yang rendah akan membuat suatu negara lebih kompetitif adalah tidak benar.  Upah rendah berarti bahwa suatu perusahaan tidak kompetitif dan tidak dapat mendukung standar hidup yang tinggi.  Demikian pula dengan nilai tukar. Negara tidak akan menjadi lebih kompetitif jika mata uang negara turun nilainya.  Mata uang negara yang turun nilainya, berarti negara itu tidak kompetitif dan bahwa kualitas barang dan jasanya tidak dapat mendukung nilai mata uangnya.  Satu-satunya definisi daya saing, dan satu-satunya cara untuk membangun kemakmuran dalam suatu ekonomi, adalah meningkatkan produktivitas. Dalam ekonomi global yang modern, produktivitas lebih dari fungsi efisiensi dalam memproduksi barang-barang yang sama.  Ia juga bertalian dengan nilai produk yang dihasilkan negara.  Ketika suatu ekonomi menjadi lebih maju, ia harus menemukan jalan untuk menaikkan nilai produknya, dengan nilai yang bersedia dibayar pembeli. Para pembeli akan membayar lebih hanya jika suatu produk lebih berkualitas, mempunyai ciri yang lebih baik, ditawarkan bersama dengan jasa penunjang yang lebih lengkap, membawa merek yang dikenal handal.  Pertumbuhan produktivitas ditentukan oleh fungsi peningkatan nilai dan efisiensi produksi yang terjadi. Itulah yang harus dikejar oleh setiap negara untuk memajukan ekonominya.


Mencapai nilai lebih tinggi tidak mengharuskan suatu negara untuk menghasilkan semikonduktor atau komputer.  Suatu negara dapat produktif dan makmur dalam hampir semua bidang.  Yang penting adalah bagaimana negara itu bersaing, bukan dalam industri apa ia bersaing.  Suatu negara dapat menjadi makmur dalam pariwisata jika negara itu dapat menaikkan rata-rata belanja per wisatawan manca negara dari misalnya $100 sehari menjadi $300 sehari dengan menawarkan hal-hal yang lebih baik: fasilitas penginapan lebih membetahkan, pelayanan transportasi lebih lancar, atraksi lebih menarik, atau keramahan yang lebih mengesankan.  Sepatu dan sandal terkesan seperti produk murahan, sama sekali tidak tampak sebagai produk unggulan bagi suatu negara makmur.  Tetapi orang Italia menjadi kaya karena membuat sepatu. Mereka membuat sepatu dengan cara yang sangat khusus- dengan bentuk yang bergaya, disain yang indah, merek yang terkenal, dan distribusi yang luas.  Maka perusahaan Italia dapat menjual sepatu seharga $150 sepasang dan memberikan upah bagi karyawannya dan laba yang tinggi bagi pemilik modalnya. Sedangkan banyak negara lain, termasuk Indonesia,  membuat sepatu dengan meniru dan tanpa banyak kandungan keterampilan dan kecanggihan, sehingga hanya mendapat upah rendah bagi pekerja dan pengusahanya.


Basis Kemakmuran


Untuk membangun suatu ekonomi yang makmur, pemikiran bahwa  industri tradisional adalah tertinggal dan bahwa negara harus pindah ke industri hi-tech harus ditanggalkan.  Sebaliknya, fokus harus pada basis kemakmuran yang sebenarnya, yang menjadi daya produksi ekonomi.  Jika suatu negara dapat mendorong produktivitas melalui peningkatan keterampilan dan teknologi, maka kemakmuran akan meningkat.  Pada sisi lain, jika ada halangan dalam meningkatkan produktivitas, maka ekonomi negara itu akan stagnan atau mundur. Pemerintah mempunyai peran penting dalam membangun ekonomi yang produktif.  Tetapi swasta mempunyai peran yang fundamental juga.  Salah satu hal yang harus terjadi di setiap ekonomi adalah penyeimbangan dan pemikiran kembali tentang peran pemerintah dan swasta.  Saat ini masyarakat cenderung dipandu oleh pemerintah.  Di masa datang, pemerintah dan swasta harus memimpin secara bersama-sama.


Suatu negara suatu saat dapat tergolong sebagai negara berkembang, yang perlu mencapai kemakmuran yang lebih tinggi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju dan tidak dikejar oleh negara-negara berkembang lainnya.  Negara-negara berkembang akan terus meniru produk yang dihasilkan atau menggunakan upah yang lebih rendah untuk menyaingi produk negara itu.  Negara-negara sedang berkembang lain juga dapat terus memperbaiki infrastrukturnya, dan mendidik masyarakatnya agar mempunyai keterampilan yang semakin baik. Negara-negara lebih maju dapat melakukan tidak hanya meniru, tidak hanya memangkas biaya-biaya dan tidak hanya merestrukturisasi perekonomiannya, mereka juga terus mengembangkan kapasitas inovatif secara besar-besaran.  Tantangan yang dihadapi negara itu oleh sebab itu sangatlah besar.


Satu-satunya cara untuk menang dalam kompetisi sengit seperti ini adalah dengan menghasilkan produk dan jasa yang negara-negara lain tidak dapat menghasilkannya.  Pertumbuhan kemakmuran tergantung pada kapasitas untuk menginovasi, untuk menghasilkan nilai produk yang lebih tinggi dan semakin tinggi, yang negara lain tidak dapat menghasilkan atau akan menghasilkan baru setelah beberapa tahun kemudian.  Untuk mendukung struktur upah yang meningkat terus maka negara harus menetapkan target yang bergerak, menerapkan tingkat teknologi untuk mengembangkan proses produksi dan produk uniknya secara lebih baik dan terus lebih baik. Ini adalah fondasi dari ekonomi global modern.  Tidak ada kekecualian.  Jika suatu negara gagal untuk mengembangkan kapasitas untuk lebih produktif, ia dengan cepat takluk kepada tekanan kekuatan pasar.


Bagaimana cara suatu negara membangun ekonomi yang produktif?  Menurut Porter ada dua lingkungan strategi: lingkungan makro dan lingkungan mikro[1]. Strategi yang pertama adalah dengan mewujudkan suatu lingkungan  ekonomi makro dan politik stabil, serta hukum yang mantap dan adil.  Indonesia masih harus melewati banyak ujian dalam proses ini.  Indonesia sedang memantapkan kebijakan ekonomi makronya agar lebih handal, stabil dalam hal inflasi, tingkat bunga, keuangan negara, dsb.  Lepas dari krisis ekonomi yang masih melanda, Indonesia pernah menjadi salah satu cerita sukses ekonomi makro dalam dekade 90an. Ini dapat diwujudkan kembali. Namun, mempunyai kebijakan ekonomi makro yang baik saja tidaklah cukup.  Kebijakan ekonomi makro tidak menciptakan kekayaan.  Ia membuat lebih mudah atau lebih mungkin bagi perusahaan untuk mewujudkan kekayaan, tetapi kemakmuran tidak akan meningkat kecuali jika dasar ekonomi mikronya mantap dan semakin mantap. Strategi utama yang kedua adalah menciptakan fondasi ekonomi mikro.


Pertama-tama dan yang paling penting adalah, suatu ekonomi yang maju berakar dalam kapasitas perusahaan lokalnya.  Ekonomi suatu negara tidak dapat menjadi produktif kecuali jika perusahaan besar maupun kecil yang beroperasi di negara itu adalah produktif.  Ini berlaku tidak hanya pada perusahaan pengekspor saja tetapi kepada setiap perusahaan.  Perusahaan yang tidak efisien akan mengganggu industri lain yang tergantung padanya.  Inti dari setiap kemakmuran ekonomi adalah efisiensi dan kecanggihan operasi perusahaan yang ada. Fokus pada perusahaan saja tidaklah cukup, sebab kapasitas mereka untuk bergerak ke strategi yang lebih produktif adalah juga fungsi dari lingkungan bisnis ekonomi mikro di mana mereka bersaing.  Lingkungan ekonomi makro seperti tingkat bunga, tingkat inflasi, dll. adalah penting dalam menentukan secara keseluruhan kapasitas bersaing perusahaan.  Tetapi apa yang juga penting adalah lingkungan dekat yang mempengaruhi perusahaan bersaing setiap hari:  antara lain infrastruktur yang mereka gunakan dan kualitas tenaga kerja yang mereka dapat rekrut. Perusahaan yang memiliki teknik manajerial yang canggih untuk bersaing juga mengalami keterbatasan,  kecuali jika mereka mempunyai lingkungan lokal yang kondusif untuk melakukan itu.  Maka suatu pertanyaan penting adalah bagaimana meningkatkan lingkungan bisnis ekonomi mikro di setiap daerah.


Setiap negara harus menyelidiki dasar ekonomi mikro dari daya saing perusahaan secara lebih rinci.  Ada dua tantangan fundamental di mana perusahaan harus memusatkan perhatian.  Pertama, adalah efektivitas operasional.  Ada banyak pengetahuan, teknologi dan praktek terbaik yang tersedia tentang bagaimana cara bersaing.  Pada dasarnya, urutan pertama bagi perusahaan manapun adalah untuk mencapai efektivitas operasional, untuk mencapai praktek terbaik.  Melakukan hal itu memungkinkan suatu perusahaan untuk menjadi pemenang. Strateginya adalah benchmarking. Langkah berikutnya ke arah produktivitas lebih tinggi memerlukan upaya lebih dari sekedar mengasimilasi praktek terbaik dari tempat lain.  Perusahaan harus mampu untuk menciptakan praktek terbaik mereka sendiri dan mengembangkan posisi strategisnya yang unik. 


Dalam hal lingkungan bisnis ekonomi mikro, ada empat dimensi yang penting.  Pertama adalah input yang diperlukan perusahaan, seperti sumber daya manusia, infrastruktur fisik, infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi, modal, informasi komersial, hukum dan peraturan administratif.  Ini adalah input yang penting sekali yang setiap perusahaan harus menghadapi setiap hari untuk menciptakan nilai. Agar suatu ekonomi menjadi lebih produktif, maka kualitas, kecanggihan, dan pada akhirnya, spesialisasi dari input ini harus meningkat.  Negara harus meningkatkan rata-rata kualitas sumber daya manusianya, kualitas basis ilmiahnya, dan seterusnya.


Aspek lingkungan bisnis ekonomi mikro yang kedua  adalah iklim kompetisi yang fair.  Suatu ekonomi agar produktif membutuhkan suatu iklim dan insentif yang dapat menstimulasi investasi yang agresif.  Pada awalnya investasi itu akan berkaitan dengan "asset keras"; namun untuk mencapai status ekonomi yang lebih maju, harus ada iklim di mana perusahaan akan menanam modal dalam "asset lunak" seperti pelatihan, teknologi R&D, penentuan merek, dan jaringan pemasaran internasional. Berhubungan erat dengan ini, suatu ekonomi produktif adalah di mana ada kompetisi internal. Suatu perusahaan tidak dapat mungkin mampu bersaing di luar negeri kecuali jika ia berhasil untuk bersaing di dalam negeri.  Karena kesuksesan tergantung pada inovasi, maka tekanan kompetisi lokal adalah fundamental dalam  membuat kemajuan. Dalam mencapai keberhasilan, kompetisi internal adalah yang paling penting, di mana berbagai perusahaan mempunyai keinginan sangat kuat untuk menjadi yang terbaik.


Ketiga, suatu ekonomi yang berkembang memerlukan konsumen yang penuntut.  Setiap ekonomi harus menciptakan suatu lingkungan di mana baik konsumen rumah tangga maupun konsumen bisnis mengharapkan yang terbaik dari pembuat produk. Kekritisan konsumen akan memberi pemahaman bagi perusahaan lokal mengenai kebutuhan pasar yang terspesialisasi, yang akan menjadi basis dari keberhasilan di tingkat nasional dan internasional.  Untuk menjadi suatu negara maju diperlukan inovasi dalam wujud produk unik, ciri unik, atau jasa unik. Adalah sangat sulit untuk menjadi unik jika melakukan hal itu sangat tergantung pada pemahaman kebutuhan konsumen asing, di mana pesaing asing jauh lebih menguasainya.  Inovasi sering bersumber secara langsung dari kondisi-kondisi lokal, di mana perusahaan daerah mempunyai kemampuan unik untuk memahaminya. 


Unsur lingkungan bisnis yang terakhir, di mana semua unsur-unsur lain juga harus ada bersama-sama, adalah klaster industri.  Klaster membangun suatu kawasan ekonomi inovatif dan produktif.  Suatu klaster lebih dari sekedar industri tunggal yang membuat sebuah produk unggulan.  Klaster yang sukses melibatkan berbagai industri terkait, pemasok dan institusi yang semua berlokasi di kawasan yang sama. Mengapa klaster penting?  Klaster memang kurang penting untuk negara berkembang yang menggunakan upah rendah untuk menjual produk tiruan atau yang merakit komponen-komponen barang yang dibuat di negara lain.  Namun jika bercita-cita menjadi negara maju, suatu negara harus dengan unik berinovasi dan produktif.  Klaster adalah penting sebab ia merupakan cara yang paling produktif untuk mengorganisir kegiatan ekonomi untuk mencapai sasaran itu. Klaster yang ada di daerah-daerah perlu dikenali.  Misalnya jika di suatu daerah ada sekolah kedokteran hewan, ada pabrik pupuk, ada ahli ilmu tanah, ada industri teralis, ada industri pembuatan dokar, ada sarana pelatihan penunggang kuda, dll. maka itu semua merupakan kapasitas untuk membuat aktivitas terspesialisasi berkaitan dengan kuda di daerah itu. Spesialisasi memberi negara kemampuan untuk mengekspor, tidak dengan harga yang lebih murah, tetapi dengan berinovasi.


Apa yang harus kita lakukan? 


Pada sisi perusahaan, adalah membuat perusahaan melakukan inovasi secara terus menerus.  Belum banyak perusahaan Indonesia  yang melaksanakan R&D, dan hanya sedikit yang sudah menghasilkan inovasi.  Indonesia perlu membuat transisi dari efektivitas operasional ke arah penentuan posisi yang lebih strategis, yang akan memerlukan kapasitas lebih besar untuk membuat investasi lunak dalam R&D dan pelatihan. Indonesia perlu melepaskan diri dari sindrom negara kecil, yaitu pandangan bahwa perusahaan lokal adalah perusahaan kecil, dan bahwa Indonesia adalah negara berkembang yang berada di urutan terbelakang.  Inti ekonomi suatu negara adalah perusahaan-perusahaan yang dimiliki warga negara.  Suatu negara bukanlah terlalu kecil, ia hanya perlu membuat transisi ke arah orientasi strategis.


Perusahaan-perusahaan akan bersaing dalam bidang-bidang tertentu. Perusahaan-perusahaan ini tidak mungkin menjadi pemain pasar secara massal.  Ada perusahaan yang sudah berhasil sebagai penghasil komoditas tertentu, ini perlu dikembangkan ke depan dan ke belakang.  Negara perlu mengembangkan pemahaman ini secara lebih luas di sektor swasta. Indonesia perlu untuk memulai menginvestasi besar-besaran dalam asset yang akan memberi perusahaan Indonesia potensi untuk bergerak ke tingkat yang berikutnya.  Prioritas pertama adalah sumber daya manusia.  Menciptakan struktur dan sistem yang dapat secara substansial meningkatkan kualitas dan kecanggihan sumber daya manusia adalah agenda penting bangsa Indonesia. 


Membangun sistem sumber daya manusia yang unggul memerlukan waktu lama.  Sekolah-sekolah harus ditingkatkan sehingga menghasilkan lulusan yang terampil. Pelatihan harus diselaraskan kembali sedemikian sehingga ada lebih banyak insinyur dan lebih sedikit pengacara atau sarjana sosial. Indonesia perlu berfokus pada membuat investasi dalam kapasitas, asset, dan institusi yang akan diperlukan untuk mengupgrade ekonominya. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah juga suatu prioritas fundamental, mengingat pentingnya inovasi. Kemajuan besar harus dibuat dalam merestrukturisasi institusi pendidikan untuk membuatnya lebih efisien, lebih dibutuhkan, dan lebih produktif. R&D yang dilakukan lembaga pendidikam dan penelitian pemerintah harus terjalin baik dengan sektor swasta. Indonesia perlu melakukan investasi yang lebih besar dalam riset universitas. Pendidikan tinggi  adalah suatu mekanisme yang kuat untuk menyebarluaskan teknologi.  Ia adalah institusi yang terbuka, mahasiswa berpotensi menuangkan gagasan ke dalam ekonomi riel, dan mereka mempercepat pembentukan perusahaan baru. Universitas tidak saja menjadi pencetak ilmu teknologi, tetapi juga pencetak perusahaan baru.  Ini terjadi di negara-negara di seluruh dunia.  Indonesia mempunyai kapasitas, tetapi perlu menciptakan struktur kelembagaan dan menginvestasikan sumber daya di belakang kekuatan utamanya, bidang di mana manusia-manusia Indonesia mempunyai pengetahuan yang unik.


Modal saham adalah suatu masalah utama.  Indonesia telah berupaya membuat sistem perbankannya efisien dan diatur dengan lebih baik. Namun masih ada ruang bagi perbankan untuk mengkhususkan dan mengembangkan keahlian di sektor tertentu yang mempunyai kekuatan lokal.  Ketiadaan saham swasta dan modal ventura, biaya yang mahal untuk perijinan akan membuat pertumbuhan perusahaan baru cukup sulit. Ini harus diatasi.


Negara perlu memikirkan kembali keseluruhan isu investasi.  Konsep “netralitas" harus dicermati.  Setiap negara harus memberi pertimbangan yang serius untuk mengatasi masalah kesulitan investasi perusahaan yang mempunyai manfaat sosial.  Dua hal yang penting adalah R&D dan pelatihan. Suatu pemerintah tidak harus memberi hibah atau membiayai proyek riset perusahaan.  Ini adalah jalan yang salah untuk melakukan itu, yang harus berfokus pada menyediakan insentif untuk semua perusahaan tanpa pilih kasih.  Namun jika suatu perusahaan ingin menggandakan anggaran R&Dnya, maka  kredit pajak untuk bagian dari peningkatan biaya itu adalah suatu insentif yang menarik. Jika suatu perusahaan ingin melakukan pelatihan, maka pemerintah (juga pemerintah daerah) perlu membantunya sebab ia membangun asset negara yang  akan memungkinkannya untuk bergerak ke tingkat produktivitas yang lebih tinggi.  Karena eksternalitas, perusahaan swasta tidak akan membuat pilihan yang secara sosial diperlukan dalam asset sosial ini.  Kita perlu menentukan kebutuhan basis asset yang diperlukan masyarakat, dan menjamin bahwa peraturan dan insentif ditetapkan untuk itu.


Indonesia juga memerlukan adanya kompetisi dan persaingan internal.  Kompetisi harus diperkenalkan ke dalam semua bidang.  Indonesia harus memberikan insentif dan tekanan lebih bagi perusahaan-perusahaan untuk menginovasi, untuk membangun merek, untuk mencoba berbagai hal baru, serta untuk menciptakan banyak pilihan untuk masyarakat. Negara perlu memberi perhatian pada kondisi-kondisi permintaan.  Konsumen Indonesia masih bukan konsumen yang penuntut.  Ada berbagai alasan untuk ini, tetapi suatu rencana diperlukan untuk meningkatkan kualitas permintaan.  Konsumen Indonesia perlu informasi tentang barang dan jasa yang dibelinya dengan lebih lengkap lagi dan hak-hak konsumen yang lebih besar harus diperoleh.  Misalnya, konsumen harus boleh mengembalikan produk yang buruk kualitasya dan memperoleh kembali uang mereka. 


Indonesia membutuhkan standar tinggi untuk kualitas, efisiensi energi, dan dampak lingkungan.  Jika Indonesia dapat membuat sendiri konsumen yang diperlukan satu sama lain, maka menjual kepada dunia akan menjadi lebih gampang.  Tetapi jika masyarakat konsumen menerima yang tidak terbaik, bagaimana masyarakat mengharapkan konsumen asing untuk menyukai barang-barang buatan lokal? Pengadaan barang oleh pemerintah harus menstimulasi inovasi.  Pemerintah harus menjadi pembeli yang penuntut dan menetapkan standar tinggi.  Pemerintah perlu lebih memperhatikan kualitas, bukan hanya harga. Akhirnya, pemerintah perlu menyiapkan agenda memajukan klaster.  Ada kecenderungan untuk menyamakan klaster dengan jaringan dan ada upaya-upaya untuk membangun jaringan di antara perusahaan.  Tetapi klaster jauh lebih penting daripada jaringan.  Klaster adalah asset basis terspesialisasi yang dibangun secara bertahun-tahun, sedangkan jaringan lebih cepat dibuat namun juga tidak cukup. 


Klaster mencakup institusi dan kemampuan yang memerlukan investasi untuk membangunnya. Beberapa klaster memerlukan investasi negara:  Universitas California di Davis tidak menjadi pusat riset anggur terkemuka secara kebetulan; Pemerintah menanam modal dalam membangun kapasitas teknologi, dan industri juga mendukung itu.  Asset kompetitif perlu untuk dibangun oleh sektor swasta melalui asosiasi industri dan bentuk lain dari investasi kolektif. Pemerintah perlu secara penuh memanfaatkan pendekatan klaster untuk mendorong industri ke tingkat yang berikutnya.  Di banyak industri ada banyak asosiasi industri kecil yang  sedang mencari perannya dalam industri. Mereka perlu bertemu satu sama lain, perlu bekerja sama, perlu berada di bawah organisasi yang solid untuk memikirkan strategi bersama untuk membangun asset, kemampuan dan keterampilan.  Universitas, akademi, politeknik, lembaga-lembaga diklat, dll. perlu memahami kekuatan yang ada, membantu mengidentifikasi jenis pendidikan seperti apa  yang diperlukan, kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi apa yang dirumuskan, dll. 



Kesimpulan


Pada beberapa tahun yang akan datang pemerintah daerah, didukung oleh pemerintah pusat, dituntut untuk berupaya mengembangkan klaster secara lebih agresif di daerahnya.  Melakukan hal itu tidak akan memerlukan sangat banyak investasi publik, tetapi ia memerlukan keseriusan pemerintah daerah untuk memainkan peran penggabung, peran partisipasi, dan peran mendengarkan.  Agar industri-industri yang ada dapat semakin produktif, maka pemerintah daerah harus memungkinkan proses-proses untuk belajar bagi pengusaha di daerahnya berlangsung dengan lancar¡








  sumber : Dr. Ir. Herry Darwanto, M.Sc (Direktur Pengembangan Kawasan Khusus dan Kawasan Tertinggal, Bappenas)

   ( 1 )Michael E.Porter; Keunggulan Bersaing, Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul, 1993/1994.

Minggu, 14 Juli 2013

SEBAIKNYA ANDA TAHU TENTANG CARA MENGELOLA UANG


“Apa yang kita pikirkan dalam otak kita akan menentukan isi dompet kita.”
Sumber masalah di dunia ini, apakah anda mengakuinya atau tidak, berasal dari uang. Oleh karena itu tidak salah kalau orang mengatakan, “Apakah kita benar-benar materialistis? Apakah kita benar-benar tidak bisa hidup tanpa uang?” Kuncinya terletak pada pola pikir kita atau pola pikir yang kita tanam dalam diri kita. Jika kita tidak menetapkan pola pikir dengan benar, maka uang hanya akan membebani kita. Sebaliknya, jika kita menggunakan uang sebagai alat untuk melakukan banyak perbuatan baik, maka uang akan menjadi sesuatu yang berarti.
Hal yang sama berlaku untuk manajemen atau pengelolaan keuangan. Hal yang benar adalah, kita harus menjadi orang yang membatasi berapa banyak “konsumsi” mempengaruhi hidup kita. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa baik atau buruk manajemen keuangan kita – di mana setiap orang memiliki standar yang berbeda – itu semua kembali ke pikiran kita terhadap uang.
Oleh karena itu, berbicara tentang keuangan, hal itu tidak dapat dipisahkan dari pola pikir kita. Jadi ada beberapa hal yang perlu kita pahami mengenai pola pikir kita terhadap uang. Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan :

Carilah ke dalam

Kita harus menemukan apa yang sebenarnya kita ketahui tentang uang. Dalam sebuah buku berjudul The Millionaire Instan karangan Mark Fisher, ada karakter dalam buku ini; jutawan tua yang mengajukan pertanyaan sekaligus nasihat, “Kenapa anda belum kaya?” Pertanyaan ini sebenarnya menunjukkan pemahaman kita untuk menjadi kaya itu sendiri. Apakah ‘menjadi kaya’ berarti memiliki banyak uang, pada usia berapa, atau kaya dalam hal-hal lain? Jika pertanyaan yang sama ditunjukkan pada kita, mungkin kita harus mempertimbangkan kembali konsep kaya yang kita sudah mengerti. Dengan demikian, hal itu akan memberikan kita referensi – di mana setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda – sehingga kita dapat mengevaluasi pola manajemen keuangan yang kita miliki sampai sekarang, apakah telah sesuai pemahaman kita atau tidak.

Program ulang pola pikir anda

Setelah kita menemukan jawaban untuk pertanyaan yang kita tanyakan pada diri sendiri diatas, kadang-kadang kita merasa ragu, apakah kita memiliki pemahaman yang benar terhadap uang? Karena kitalah yang sering berkata kepada diri sendiri bahwa uang itu identik dengan korupsi dan kejahatan lainnya. Atau sebaliknya, kita juga bisa mendapatkan pemikiran positif bahwa uang adalah alat untuk membangun hal-hal positif seperti untuk membangun sekolah, jalan, tempat ibadah, dan sebagainya.
Jika setelah sekian lama, kita mempercayai pada pola pikir pertama, kemudian coba untuk memprogram ulang dan merubah pikiran kita tentang uang. Tentunya, hal itu tidak dimaksudkan untuk membuat kita mendapatkan semua hal materialistik. Namun, kita membuka pikiran kita untuk pola pikir baru yang menggunakan uang: dengan peningkatan kemakmuran, kita dapat membantu orang lain. Dengan berpikir positif terhadap uang, manajemen keuangan akan lebih terorganisir.

Untuk mendapatkan lebih, kita perlu berbuat lebih banyak

Seorang pengusaha Amerika dan motivator, Jim Rohn, mengatakan, “Jika anda menerima satu juta dolar, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah berpikir menjadi jutawan.” Pernyataan ini sebenarnya digunakan untuk menekankan bahwa pola pikir jutawan benar-benar berbeda daripada orang-orang biasa. Perilaku, sikap, bagaimana kita memperlakukan uang, bagaimana kita mengelola keuangan harus disesuaikan dengan bagaimana seorang jutawan akan bertindak – atau bahkan multi-jutawan – jika kita ingin menjadi orang itu.
Dengan berpikir seperti itu, akan membuat diri kita berpikir kreatif dan menarik banyak hal lain dalam menghasilkan dan mengelola uang seperti yang kita harapkan. Oleh karena itu, berpikir positif, salah satunya adalah dengan mencoba untuk tidak merasa khawatir tentang tidak memiliki uang, akan membuat kita mampu mengatur pola hidup kita dan sikap kita untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Membuat uang mengalir kepada kita

Salah satu kunci dalam manajemen keuangan anda adalah dengan “mengundang” uang. Analoginya adalah bagaimana kita bisa mengelola uang kita jika kita tidak punya cukup uang untuk dikelola? Oleh karena itu, berpikir seperti orang kaya, karena itu akan membuat kita kaya. Tentu saja, kita tidak hanya berpikir, tetapi dengan tindakan dan upaya yang terus menerus. Dengan membuat diri kita berpikir seperti itu, kita akan mampu mendorong diri kita untuk meraih peluang mengelilingi diri kita. Kita semua memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari. Jadi, kenapa ada orang-orang kaya dan miskin? Kuncinya adalah untuk kembali ke pola pemikiran kita. Jadi, apakah anda ingin dapat mengelola keuangan anda? Cobalah untuk mengubah pola pikir anda terlebih dahulu.

Pengetahuan Ilmu Ekonomi Makro

Hal pertama yang harus kita sadari bila kita berbicara tentang ilmu ekonomi adalah kompleksitasnya. Karena memang pada dasarnya ilmu ekonomi adalah sesuatu yang jauh dari kata sederhana. Banyak sekali faktor yang terkait di dalamnya, dimana semuanya harus dipertimbangkan dan diperhitungkan.
Manusia sebagai mahluk ekonomi (homo economicus) memiliki kecenderungan untuk tidak pernah merasa puas akan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan selalu mempertimbangkan perngorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan. Sehingga penting bagi manusia untuk mengetahui tentang ilmu ekonomi yang berkaitan erat dengan aktivitas manusia.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi ilmu ekonomi menurut beberapa ahli:

# ADAM SMITH
Ilmu ekonomi secara sistemtis  mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbats guna mencapai tujuan tertentu


# ALFRED MARSHALL
Ilmu ekonomis adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari-hari


# PAUL A SAMUELSON
Ilmu ekonomi adalah ilmu pilihan, ilmu ini mempelajari bagaimana orang memilih menggunakan sumber produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi


# VON NEUMANN dan MORGENSTERN
Ilmu ekonomi adalah disiplin ilmu yang sayang sekali bila tidak diperlakukan secara tidak ilmiah karena para tokoh terkemukanya sibuk mengurusi solusi-solusi untuk menghadapi masalah-masalah mendesak zaman itu


# M. MANULANG
Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran (kemakmuran suatu keadaan dimana manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik barang-barang maupun jasa)


# LIPSEY
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuha manusia yang tidak terbatas


# ALFRED W
Ilmu ekonomi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu ilmu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ilmu ekonomi terapan


# SAMUEKON
Ilmu ekonom adalah sebuah studi yang menganalisis kerugian dan keuntungan meningkatkan pola-pola tertentu dalam pemakaian sumber daya






TIGA MASALAH ORGANISASI EKONOMI
Komoditi apa (what) yang harus diproduksi, dan berapa? Dengan perkataa  n lain, berapa banyak serta barang dan jasa mana yang harus dibuat? Dan kapan akan diproduksi? Haruskah sekarang kita memproduksi pizza atau kemeja? Memproduksi kemeja berkulitas tinggi dalam jumlah sedikit atau kemeja murah dalam jumlah banyak? Haruskah kita memproduksi barang konsumsi dalam jumlah banyak atau hanya sedikit barang konsumsi dan lebih banyak barang investasi?
Bagaimana komoditi harus diproduksi? Dengan perkataan lain, produksi ini dilakukan oleh siapa, dengan gabungan faktor produksi yang mana, serta teknik seperti apa? Siapakah yang harus bertani, dan siapa yang harus mengajar? Apakah tenaga listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara?B
Bagi siapa komoditi harus diproduksi? Siapakah yang akan menikmati dan memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri? Atau dengan kata lain, bagaimana produk nasional didistribusikan kepada setiap orang? Haruskan pendapatan yang tinggi diterima oleh para manajer, para pekerja atau para tuan tanah?
Walaupun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada berbagai pada semua corak perkonomian, tetapi berbagai sistem perkonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda.
Input dan Output
Dalam bahasa Ekonomi ketiga pilihan pokok Ekonomi yang harus diambil masyarakat pada dasarnya menyangkut berbagai input dan output yang terkandung dalam sebuah perkonomian.
Input meliputi segenap komoditi dan jasa yang digunakan aktor Ekonomi , misalnya perusahaan untuk menyelenggarakan proses produksi. Suatu perkonomian senantiasa mengkombinasikan teknologi yang dimiliki untuk mengkombinasikan berbagai input guna menghasilkan output.
Output itu sendiri adalah segenap barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (proses produksi berikutnya).
Kita contohkan dalam produksi Telur Dadar. Dalam proses ini, telur, minyak, garam, panas kompor, penggorengan dan keterampilan Koki yang membuatnya kita sebut sebagai input. Sedangkan outputnya adalah hidangan telur dadar yang siap disantap dan dijual.
Kita mengklarifikasikan input, yang juga sebagai faktor produksi, ke dalam tiga kelompok : lahan (land), tenaga kerja (labor), dan modal (capital).
Lahan (lebih umum lagi disebut sebagai sumber daya alam) merupakan pemberian alam bagi proses produksi kita. Faktor produksi ini macam ini terdiri dari lahan yang yang digunakan untuk pertanian atau perumahan, pabrik dan jalan raya. Sumber daya energi seperti bahan bakar dan sumber daya non-energi seperti besi, tembaga termasuk dalam sumber daya alam.
Tenaga kerja (labor) terdiri dari waktu yang dipergunakan oleh manusia dalam produksi seperti: bekerja, mengelola tanah, mengajar dan berbagai tingkat keahlian.
Sumber daya modal berbentuk barang-barang tahan lama (durable goods), yang diproduksi untuk digunakan sebagai alat untuk memproduksi barang-barang lain.
Perkonomian Pasar, Komando (terpimpin) dan Campuran
“Sistem Ekonomi menentukan bagaimana perkonomian suatu negara dijalankan”
Sebuah perkonomian komando (command economy) memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengambil semua keputusan yang menyangkut soal produksi dan distribusi.
Dalam perkonomian pasar (market economy) individu dan perusahaan membuat keputusan-keputusan utama mengenai produksi dan konsumsi.
Dalam perkonomian Campuran (mixed economy) yang memiliki sebagian unsur perkonomian komando dan perkonomian pasar.
Sistem Ekonomi tersebutlah yang akan menjawab masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa.